Material Glow in the Dark Hadirkan Dimensi Baru pada Interior Rumah
harianibu – Perkembangan material interior memberi lebih banyak pilihan bagi pemilik rumah untuk menciptakan ruang yang personal dan berkarakter. Dinding, meja, serta panel dekoratif kini tidak hanya mengandalkan warna dan tekstur, tetapi juga mampu menghasilkan pengalaman visual melalui permainan cahaya.
Salah satu inovasi yang mulai diperkenalkan ke pasar adalah sintered stone dengan efek glow in the dark. Material ini dapat menyimpan energi dari paparan sinar ultraviolet, kemudian memancarkan cahaya lembut saat kondisi ruangan menjadi gelap.
Titanium Lamina memperkenalkan teknologi tersebut melalui Lumen Series dalam IndoBuildTech Expo 2026. Inovasi itu juga meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia atau MURI sebagai batu sinter pertama yang menggunakan teknologi bioluminesensi.
Urat pada permukaan material dapat memancarkan cahaya berwarna turquoise setelah menerima paparan sinar UV. Karakter tersebut memungkinkan desainer menghadirkan aksen dramatis tanpa menambahkan terlalu banyak dekorasi atau sumber penerangan tambahan.
Efek cahaya yang dihasilkan tidak menggantikan fungsi lampu utama. Material ini lebih tepat digunakan sebagai elemen visual, penanda ruang, atau aksen dekoratif yang memperkuat suasana interior pada malam hari.
Inovasi Material Menggabungkan Cahaya dan Estetika
CEO Platinum Ceramics Group, Liem May Tjoe, mengatakan material interior kini tidak hanya dinilai berdasarkan daya tahan dan penampilannya. Pengalaman yang tercipta di dalam ruangan juga menjadi bagian penting dalam proses pengembangan produk.
“Kami melihat material interior kini tidak hanya dinilai dari kekuatan dan tampilannya, namun juga dari pengalaman yang dapat diciptakan di dalam ruang,” ujar Liem May Tjoe pada Jumat, 10 Juli 2026.
Ia menjelaskan bahwa teknologi Bio Luminance dikembangkan untuk mengeksplorasi hubungan antara cahaya dan permukaan material. Interaksi tersebut diharapkan memberikan pengalaman visual berbeda dibandingkan batu sinter konvensional.
Penggunaan material bercahaya tetap memerlukan perencanaan pencahayaan yang tepat. Intensitas, durasi, dan posisi paparan sinar UV dapat memengaruhi tingkat cahaya yang muncul ketika ruangan gelap.
Karena itu, pemilik rumah sebaiknya menentukan area pemasangan berdasarkan fungsi ruang, pola aktivitas, dan kebutuhan visual. Material juga perlu dipasang oleh tenaga profesional agar hasil sambungan dan permukaannya tetap aman serta presisi.
Feature Wall Ruang Tamu Menjadi Titik Fokus Interior
Ruang tamu menjadi salah satu area yang cocok menggunakan material glow in the dark. Material tersebut dapat dipasang pada feature wall atau bidang dinding utama yang langsung terlihat ketika seseorang memasuki ruangan.
Pada siang hari, permukaannya tetap menampilkan pola menyerupai batu alam. Ketika pencahayaan berkurang, urat bercahaya akan muncul dan menciptakan tampilan yang lebih artistik.
Penggunaan pada satu bidang dinding dapat memperkuat identitas ruang tanpa membuat interior terlihat berlebihan. Pemilik rumah juga tidak perlu memenuhi ruang dengan banyak aksesori karena karakter material sudah menjadi pusat perhatian.
Untuk menjaga keseimbangan visual, material bercahaya dapat dipadukan dengan furnitur berwarna netral. Pencahayaan tidak langsung juga membantu mempertegas tekstur tanpa menghasilkan pantulan yang terlalu tajam.
Baca Juga : “Panduan Tanam Kencur di Rumah untuk Pemula“
Area Pintu Masuk Memberikan Kesan Pertama yang Berbeda
Foyer atau area pintu masuk berfungsi sebagai ruang transisi antara bagian luar dan interior rumah. Area ini juga membentuk kesan pertama bagi penghuni maupun tamu.
Panel bercahaya dapat ditempatkan pada dinding foyer, meja konsol, atau elemen dekoratif di dekat pintu. Cahaya lembut yang muncul saat malam memberi kesan hangat sekaligus modern.
Material tersebut juga dapat membantu menegaskan jalur masuk ketika pencahayaan utama diredupkan. Namun, penggunaannya tetap harus didukung lampu yang memadai demi menjaga keamanan penghuni.
Desainer dapat mengombinasikan material dengan cermin, kayu, atau logam untuk menghasilkan komposisi yang lebih seimbang. Kombinasi tersebut akan membuat foyer terlihat menarik pada siang dan malam hari.
Kitchen Island Menjadi Aksen di Area Dapur
Dapur modern tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat mengolah makanan. Area tersebut sering menjadi tempat berkumpul, berbincang, dan melakukan aktivitas bersama keluarga.
Kitchen island atau meja dapur dapat menjadi lokasi pemasangan material glow in the dark. Permukaan bercahaya akan terlihat menonjol ketika lampu utama diredupkan setelah kegiatan memasak selesai.
Efek tersebut memberikan sentuhan kontemporer tanpa mengurangi fungsi utama meja. Sintered stone juga dikenal sebagai material yang padat dan umumnya digunakan pada permukaan interior dengan aktivitas tinggi.
Meski demikian, pemilik rumah perlu memastikan spesifikasi produk sesuai untuk area dapur. Ketahanan terhadap panas, noda, benturan, dan bahan pembersih harus diperiksa sebelum pemasangan.
Pemilihan finishing juga perlu mempertimbangkan kemudahan perawatan. Permukaan yang mudah dibersihkan akan membantu menjaga tampilan material tetap optimal dalam jangka panjang.
Kamar Mandi Memperoleh Nuansa Relaksasi
Kamar mandi menjadi area lain yang dapat memanfaatkan karakter material bercahaya. Pemasangan dapat dilakukan pada dinding aksen, area wastafel, atau countertop.
Urat cahaya pada permukaan batu dapat menciptakan suasana lebih tenang ketika dipadukan dengan pencahayaan lembut. Efek tersebut membuat kamar mandi terasa menyerupai ruang relaksasi atau spa pribadi.
Pemilik rumah tetap perlu memperhatikan tingkat kelembapan dan potensi kontak langsung dengan air. Sambungan, perekat, serta lapisan pelindung harus disesuaikan dengan karakter area basah.
Permukaan lantai juga memerlukan perhatian khusus. Material dengan tekstur terlalu licin sebaiknya tidak digunakan pada area yang sering terkena air karena dapat meningkatkan risiko terpeleset.
Penggunaan yang paling aman biasanya berada pada bidang vertikal atau countertop. Posisi tersebut tetap menampilkan efek visual tanpa mengganggu kenyamanan bergerak.
Ruang Kerja dan Ruang Baca Mendapat Aksen Visual Lembut
Ruang kerja dan ruang baca membutuhkan suasana yang nyaman agar penghuni dapat berkonsentrasi. Material glow in the dark dapat digunakan sebagai aksen, bukan sebagai sumber pencahayaan utama.
Pemasangan pada rak, panel belakang meja, atau salah satu sisi dinding dapat memberikan karakter visual yang lebih kuat. Cahaya lembutnya juga menciptakan perubahan suasana setelah aktivitas berlangsung hingga malam.
Agar tidak mengganggu fokus, material sebaiknya digunakan dalam porsi terbatas. Pola yang terlalu ramai atau area bercahaya yang terlalu luas dapat menimbulkan distraksi.
Lampu kerja tetap harus memenuhi kebutuhan membaca dan bekerja. Material bercahaya hanya berfungsi sebagai pelengkap yang memperkaya atmosfer ruangan.
Dua Pendekatan Visual dalam Lumen Series
Titanium Lamina mengembangkan Lumen Series melalui dua pendekatan desain. Keduanya menawarkan karakter visual berbeda untuk memenuhi kebutuhan interior yang beragam.
Artisan Translucence menampilkan kesan batu mineral transparan seperti onyx. Material tersebut mengandalkan permainan kedalaman, pola, dan cahaya dari bagian belakang permukaan.
Sementara itu, Bio Luminance menghadirkan urat permukaan yang mampu memancarkan cahaya setelah menerima paparan sinar UV. Teknologi ini menghasilkan efek afterglow yang terlihat ketika intensitas cahaya ruangan menurun.
Perbedaan tersebut memberi desainer pilihan berdasarkan konsep ruang. Artisan Translucence lebih menonjolkan efek tembus cahaya, sedangkan Bio Luminance mengutamakan kemampuan permukaan menyimpan dan memancarkan cahaya.
Perencanaan Pencahayaan Menentukan Hasil Akhir
Keberhasilan penggunaan material glow in the dark sangat bergantung pada perencanaan pencahayaan. Tanpa paparan cahaya yang sesuai, efek afterglow mungkin tidak terlihat secara optimal.
Posisi lampu UV perlu disesuaikan dengan luas bidang dan arah pemasangan material. Pengguna juga perlu mengikuti rekomendasi produsen mengenai durasi paparan dan metode perawatan.
Desainer interior dapat melakukan simulasi sebelum pemasangan permanen. Langkah tersebut membantu pemilik rumah melihat tingkat cahaya, warna, dan perubahan visual dalam kondisi berbeda.
Pemilihan area juga harus mempertimbangkan kebiasaan penghuni. Material akan memberikan hasil lebih maksimal pada ruang yang sering digunakan pada malam hari atau memiliki pengaturan cahaya fleksibel.
Material Interaktif Membuka Arah Baru Desain Interior
Kehadiran material glow in the dark memperlihatkan perubahan fungsi permukaan interior. Material kini tidak hanya membentuk tampilan ruang, tetapi juga dapat berinteraksi dengan cahaya dan kondisi lingkungan.
Feature wall, foyer, kitchen island, kamar mandi, serta ruang kerja menjadi beberapa area yang berpotensi menggunakan teknologi tersebut. Setiap area tetap membutuhkan pertimbangan teknis dan estetika yang berbeda.
Pemilik rumah sebaiknya tidak hanya mengejar efek visual. Keamanan, ketahanan, kemudahan perawatan, dan kesesuaian material dengan fungsi ruang tetap menjadi pertimbangan utama.
Ke depan, inovasi material interaktif diperkirakan semakin berkembang seiring kebutuhan terhadap hunian yang lebih personal. Perpaduan teknologi, desain, dan pencahayaan akan membuka lebih banyak kemungkinan dalam menciptakan interior yang fungsional sekaligus berkarakter.











